Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 03 Mei 2013

Al-qur'an

AL-QUR'AN AL KARIM: Tujuan materi: 1. Agar peserta bersyukur kepada Allah atas karunianya menurunkan Al qur'an sebagai petunuk. 2. Agar peserta kembali kepada Al qur'an dan menjadikannya sebagai diusturulhayah (undang-undang hidup) A. Pengertian Al qur'an: a) Secara bahasa (etimologi): • Berasal dari kata " قرأ " yang bermakna "Membaca". • Berasal dari kata " القرء " yang barmakna " Mengumpulkan". 75:17-18 • Berasal dari kata " " yang barmakna "Menggabungkan sesuatu kepada yang lain ". b) Secara ishtilah (terminologi): Al Qur’an adalah Firman Allah yang diturunkan kepada Rasulullah, lafaznya adalah mu'jizt, membacanya adalah ibadah, tertulis di dalam mushaf dan dinukilkan secara mutawatir. B. Keutamaan Al qur'an: a) Mendengarnya: 1. Sebab maraih Rahmat Allah. Jadi kalau kita mau mendapatkan rahmat, dengarkan Al Qur’an dibaca. Termasuk dalam tarbiyah, kita kondisikan mutarabbi, sehingga ketika ada yang yang membaca Al Qur’an, mereka mendengarkan dan tidak ribut. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan rahmat dengan bacaan itu. Di sini juga kita bisa bahas, namun ini agak sensitif, sebab banyak menjadi kontroversi sekarang, yakni orang-orang yang memutar kaset mengaji menjelang adzan, selama ini, jawaban kita itu adalah bid’ah, tidak ada sunnahnya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun ini adalah tradisi masyarakat yang belum paham akan hal ini. Tetapi kalau kita mendekati dari sisi yang lain bahwa kalau kita mendengar bacaan Al Qur’an, maka kita harus dengarkan. Dan secara umum masyarkat tahu akan hal ini. Contoh, dalam acara-acara yang didalamnya ada pembacaan kalamullah, maka semua hadirin menundukkan kepala khusyu’ mendengarkan. Maka kalau kita melakukan pendekatan dari sisi ini, bahwa kalau kita mendengarkan bacaan Al Qur’an kita harus diam, bahkan kalau kita rebut, maka kita akan berdosa. Maka bagaimana halnya kalau kita memutar kaset mengaji, lalu orang di luar rebut, sibuk dengan urusannya sendiri, maka kita membuat orang jatuh ke dalam dosa. 7:24. 2. Sebab seseorang meraih hidayah. 17:9, 39:17-18, 72:1-2, 46:29-30. 3. Sebab kekhusu'an hati dan mencucurkan air mata. Hati menjadi khusyu’ dengan mendengarkan Al Qur’an, bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta para sahabat untuk membaca Al Qur’an dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyimak/mendengarkan sampai-sampai beliau mencucurkan air mata mendengar bacaan sahabat. Ini juga menunjukkan dianjurkannya kita mendengarkan bacaan Al Qur’an dari orang lain. Apalagi kalau bacaan itu enak didengar yang dibacakan oleh orang yang memiliki bacaan yang baik, maka ia akan memberikan pengaruh di dalam hati. 19: 58, 39:23, 17:107-109. 4. Sebab bertambahnya iman. Iman itu akan bertambah dengan banyak mendengarkan bacaan Al Qur’an. 8:2, 9:124-125 Semua ini merupakan motivasi kepada binaan kita untuk banyak mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an. b) Mempelajari dan mengajarkanya: 1. Seperti malaikat dan Rasul. 53:5,26:192-194. 2. yang paling baik. 41:33. 3. Lebih baik dari perbendaharaan dunia. 4:59, 39:23 4. Meraih pahala. c) Membacanya: 1. Perdagangan yang menguntungkan. 35:29. 2. Meraih pahala yang banyak. 10:61 3. Turunnya ketenangan dan Rahmat. 73:20 4. Hiasan bagi orang beriman 2:121, 17:45, 29:45 5. Membacanya adalah kebaikan seluruhnya. 2:2, 11:17 d) Menghafalnya: 1. Tingginya derajat penghafal:  Kedudukan penghafal pada ayat yang terakhir dia baca.  Penghafal dipakaikan mahkota kemuliaan.  Penghafal bersama dengan Malaikat yang mlia. 2. Penghafal dikedepankan di dunia dan Akhirat:  Yang berhak jadi imam  Yang berhak jadi pemimpin.  Dikedepnkan dalam musyawarah.  Dikedepankan dalam penguburan. 3. Keluarga Allah dan orang khususnya. 4. Tidak dibakar oleh api neraka. e) Mengamalkannya: 1. Petunjuk di dunia dan akhirat. 39:17-18. 2. Tidak sesat dan sengsara. 20:123. 3. Mendapatkan ahmat di dunia dan akhiat 4. Beruntung dunia Akhirat 7:157. 5. Menghapuskan kesalahanan memperbaiki keadaan.47:2. C. Urgensi Al qur'an dalam kehidupan seorang muslim: a) Kedudukan Al qur'an dalam kehidupan kaum muslimin: 1. Al qur'an adalah faktor terbesar dalam mepersatukan kaum Muslimin. 3:103. 2. Al qur'an adalah manhaj tarbiyah bagi kaum muslimin. 3:79,138, 54:17,22 3. Al qur'an adalah manhaj hidup kaum muslimin. 16:89. 4. Al qur'an mengarahkan kepada sunnah yang tetap. 35:43. b) Sasaran pokok Al qur'an dalam kehidupan kaum muslimin: 1. Memberi hidayah ke jalan Allah. 5:15-16, 41:44, 17:9, 42:52. 2. Membentuk masyarakat qur'any yang kerjasama. 3:103, 5:2. 3. Membentengi umat dari musuh-musuhnya. 25:52. c) Manhaj Al qur'an dalam memperbaiki kaum muslimin: 1. Berproses dalam syari'at. 17:106, 2:106 2. Menanamkan rasa puas. 58:22 3. Mengulang-ulangi. 6:105, 18:54 4. Mengarahkan garizah (semangat). 91:8-10. 5. Seimbang. 4:134, 28:77, 2:200-202. 6. Mengkaji sejarah untuk pelajaran. 12:111, 7:176. d) Pengaruh Al qur'an dalam kehidupan ummat: 1. Mengeluarkan dari syirik ke tauhid. 38:5. 2. Dari kegelapan kepada cahaya, 2:256=257. 3. Dari permusuhan kepada kecintaan, 3:103. 4. Dari kehinaan kepada kemuliaan, 63:8. D. Kewajiban terhadap Alqur'an a) Beriman kepadanya: 4:136,2:4,285, 136. 1. Al qur'an adalah kalamullah.9:6. 2. Al qur'an terpelihara. 15:9. b) Menjaga dan memperhatikannya: 1. Di dalam dada. 29:49 2. Dalam tulisan 6:7, 3. Tidak berlebih-lebihan dan tidak memudah-mudahkan. 4. Tidak berbuat bid'ah. 28:50 5. Tidak melecehkan dan mengolok-olokkan. 9:65-66. c) Membacanya. 18:28, 73:2, 2:121. d) Mempelajari dan mengajarkanya e) Mentadabur ayat-ayatnya. 48:24, 2:242. f) Mengamalkannya. 6:155, 62:5. g) Beradab dengannya: 1. Adab hati:  Mengenal sumber Al qur'an.  Mengagungkan kedudukannya  Menghadirkan hati tatkala membacanya.  Hati harus berinteraksi dengannya.  Merasakan bahwa kita yang diseru 2. Adab zhahir:  Memakai harum-haruman.  Bersih tempat  Berhias.  Membersihkan mulut.  Dll. h) Berda'wah kepadanya. 16:44, 6:1, 12:108. E. Mengabaikan Al qur'an: Tingkatan mengabaikan Al qur'an: a) Tidak membaca dan mendengarkannya b) Tidak mentadabbur dan mengkajinya. c) Tidak mengamalkannya. d) Tidak berhukum dengannya. e) Tidak berobat dengannya. f) Tidak mendakwahkannya. MARAJI': 1. Azhamatul qur'an/ Mahmud Ad dausary. 2. At tibyan fi adab hamalatil qur'an/ Annawawy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar