Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 03 Mei 2013

Bid'ah

BID'AH Tujuan Penyajian Materi : 1. Agar peserta tarbiyah mengetahui bahaya bid'ah dan menghindarinya. 2. Agar peserta tarbiyah memahami makna bid'ah. 3. Agar peserta tarbiyah mengetahui bahwa bid'ah itu tidak satu jenis melainkan bermacam-macam dan bahwasanya bid'ah itu bertingkat-tingkat. 4. Agar peserta tarbiyah mengetahui bahwa pelaku bid'ah bermacam-macam dan bertingkat-tingkat dan bahwa dosanya pun berbeda sesuai dengan tingkatan bid'ahnya sehingga peserta tarbiyah memahami bahwa tidak setiap ahli bid'ah disikapi dengan sikap sama melainkan sesuai dengan tingkatan bid'ahnya. Musuh Sunnah : Bid’ah Definisi bid’ah. Bid'ah dalam bahasa adalah sesuatu yang baru yang tidak ada contoh sebelumnya. Secara istilah bid’ah adalah jalan yang diada-adakan dalam agama yang menyerupai jalan yang disyariatkan dimana maksud dari menjalaninya sama dengan maksud ketika menjalani syariat. Celaan terhadap bid’ah: o Tertolak, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini apa yang tiak bersasal darinya (dari agama itu sendiri) maka dia tertolak. (HR. Bukhari dan Muslim) Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ Barangsiapa yang melakukan satu amal yang tidak ada contohnya dari kami maka amal itu tertolak. (HR. Bukhari dan Muslim) o Sesat dan mengantarkan ke neraka. Sabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam : كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ Setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan di dalam neraka. (HR. Nasai dan disahihkan oleh Al Albani) o Mematikan sunnah. Dari perkataan salaf : • Berkata Ibnu Abbas : Tidaklah datang suatu tahun pada manusia melainkan mereka membuat bid’ah dan mematikan sunnah hingga bid’ah-bid’ah menjadi hidup dan berbagai sunnah menjadi mati. • Berkata Hasan bin Athiyyah : Tidaklah suatu kaum membuat bid’ah dalam agama mereka melainkan Allah mencabut dari mereka sunnah yang sepadan dengannya kemudian tidak akan mengembalikannya kepada mereka sampai hari kiamat. • Berkata Adz Dzahabi : Mengikuti sunnah menghidupkan hati, maka kapan membiasakan hati dengan bid’ah tidak akan tersisa di dalamnya tempat untuk sunnah. o Seakan menganggap agama ini kurang (QS. 5:3) o Seakan menuduh Nabi shallalahu 'alaihi wa sallam menyembunyikan sesuatu dari ajaran agama (QS. 5:67). يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ (67) Macam-macam bid'ah 1. Dalam perkataan dan keyakinan, seperti pendapat dan keyainan firqah-firqah yang sesat : Jahmiyah, Syiah, Mu'tazilah dan lain-lain. 2. Dalam ibadah yaitu dalam bentuk peribadatan kepada Allah dengan cara yang tidak disyariatkan. Bentuknya bermacam-macam : a) Pada asal ibadah seperti peringatan maulid b) Menambah ibadah yang disyariatkan seperti menyambung puasa hingga malam c) Pada cara melaksanakan ibadah seperti berdzikir dengan satu suara secara berjamaah dan dilagukan d) Menentukan waktu bagi suatu ibadah yang disyariatkan seperti shalat malam nishfu sya'ban dan puasa nishfu sya'ban e) Menentukan jumlah bagi suatu ibadah yang disyariatkan sepeti tasbih, tahmid, tahlil sebanyak 1000 kali. Tingkatan-tingkatan bid'ah a) Bid'ah yang mengkafirkan pelakunya b) Bid'ah yang tidak mengkafirkan pelakunya (fasik) Faktor-faktor yang membedakan tingkatan dosa para pelaku bid'ah Menyembunyikan bid'ahnya atau terang-terangan Mengajak kepada bid'ahnya atau tidak mengajak Mengeluarkan dari ahlussunnah atau tidak mengeluarkan Berpegang teguh dan terus-menerus dengan bid'ahnya atau tidak Bid'ahnya itu jelas atau samar-samar Bid'ahnya itu mengkafirkan atau tidak mengkafirkan Jalan untuk menghilangkan bid'ah Jalan menghilangkan bid'ah adalah dengan menghidupkan sunnah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar